OFFICER MD

Introducing Text

The Crisis In Cultural Social Life

on 22 March 2009



The Crisis In Culture Social Live


Here we go..
The Crisis of Modern Social Life , kata-kata ini saya baca dari Judul Buku Ian Parker (Psycholog) saat saya tanpa sengaja melewati lorong buku-buku Psikologi di Gramedia dan teringat akan janji saya kepada Bunda ATI (teman dari Friensdster) untuk menulis ttg krisis kehidupan social yang dialami oleh beberapa Persit di tubuh organisasi kita…
Namun dalam tulisan kali ini krisis yang terjadi adalah krisis sosial secara cultural. (The Crisis in Cultural Social Life), bukan krisis kehidupan modern..

Beberapa gejalanya adalah :
selfish, unrespectable on their surroundings and environs, narcissism, they don’t take a responsibility about what happened in their neighborhood, Laugh Out Loud, be angry and disagreeable in public, weeessss,, bahasanya maksa gitu ..!!!
its fine lah, itung itung melancarkan bahasanya Mas Brad Pitt (Fav Actor of mine)

Akhir akhir ini, banyak diantara anggota Persit muda yang mengalami krisis sosial secara kultural, bahkan terkadang melampaui wewenang senior, utamanya jika sang suami memiliki Jabatan “DAN” ,
Pemegang kepercayaan penuh sang Pimpinan,
atau yang orang tuanya berpangkat Bintang , power syndrome (not all, ada juga kok anak Jendral yang benar-benar baik, pintar dan ber tatakrama baik).

namun ada diantara Junior yang merasa memiliki kelebihan, ntah itu perasaan lebih pintar karena jenjang pendidikan lebih tinggi (S-2), merasa lebih muda dan enerjik, merasa lebih mampu memimpin organisasi dengan mengabaikan personal feeling yang ada di dalam komunitas tersebut.

Padahal latar belakang pendidikan dan ekonomi hanyalah sebagai pendukung dalam organisasi kita yang salah satu dasarnya adalah "kekeluargaan". (Not Your CV= Curriculum Vitae)

Mereka merasa punya kelebihan, padahal belum teruji kelebihan itu, hanya sekadar memiliki selembar sertifikasi dari Universitas Terkemuka…
Mereka cenderung mengabaikan asas-asas yang telah diperjuangkan oleh pendiri Persit tercinta ini.. Apa mereka belum mampu memahami arti luhur Asah Asuh Asuh… Ketidakpekaan itulah yang terjadi pada diri mereka.

So.. here the question :
Apakah azas Teach, Love and Care (Asah Asih Asuh) hanya sebagai slogan belaka tanpa makna / arti yang mampu kita implementasikan dalam keseharian berorganisasi dan bersosialisasi…????

Siapa yang bertanggung jawab dengan semakin mengendurnya nilai itu ????

Barometer apa yang digunakan untuk mengukur kelestarian azas azas yang selalu di gaungkan disetiap acara pertemuan anggota, disetiap kunjungan kerja unsur pimpinan dan tertera dengan jelas dalam AD ART..????

Pada TOP level organisasi, nilai-nilai ini masih sangat terjaga, karena ada beliau-beliau yang masih menjaga etika, adat istiadat budaya timur, dengan cara mengunjungi mantan unsur pimpinan yg sudah purna, melaksanakan kegiatan saresehan lintas generasi.
Namun tidak demikian halnya pada level bawah yang hanya respek / loyal kepada istri & keluarga atasan langsung / pimpinan dari suaminya karena mungkin mereka pikir sikap tersebut akan mendatangkan keuntungan bagi karier suaminya.
Padahal sikap yang dipelihara itu sama sekali kurang tepat. atasan akan selalu berganti. Atasan juga tidak menjamin cemerlangnya karier suami…

Dengan kata lain bahwa perilaku tersebut sudah mereka pikirkan, sengaja dan harus mereka kerjakan karena adanya suatu kepentingan tertentu.
Perilaku dan cara berfikir seperti itu tentu tidak sesuai dengan budaya yang diwariskan nenek moyang kita yang penuh kepedulian, keharmonisan, ringan tangan mengandung sifat gotong royong, mulia hati, mengutamakan kepentingan umum untuk orang banyak atau kebersamaan, dan kemasyarakatan.

Itulah makna dari nilai-nilai hakiki budaya timur yang mulai terasa kering tak terjaga dan cenderung ditinggalkan.
Sebagai generasi muda, apakah kita akan berdiam diri menyaksikan etika budaya timur yang tidak terasa mulai ditingalkan & akan berubah menjadi budaya barat.
Tidak berperilaku santun kepada seseorang yang tidak kita kenal dengan alasan karena dia bukanlah atasan langsung .

Salah satu kisah:

Dalam sebuah acara ceremony, yang dihadiri oleh berbagai generasi dalam Organisasi Persit (Persit Senior, Perip dan Warakawuri), untuk kelancaran acara tersebut tentu ada kordinator, dan kordinator acara tersebut adalah seorang istri Danyon (Yon Pemukul Kodam), sebut saja Ny.Kutilang (sesuai perawkannya Kurus Tinggi Langsing)

Ny.Kutilang mondar mandir dalam ruangan tersebut, karena memang dia sebagai orang yg dipercaya untuk mengatur kelancaran acara, dengan menyandang gelar "sang kordinator", si doi perintah sana, perintah sini, suaranya bisa terdengar ke separuh ruangan... Dia bahkan sedikit mengabaikan siapa siapa saja yang berada diruangan Aula tersebut, sehingga terabaikan etika kesopanan, tiada tegur sapa terhadap senior, sesepuh yg ada di ruangan tsb, semakin diperhatikan,,, eeeee... malah justru semakin menunjukan ke”AKU”annya, semakin cuek, semakin mengibaskan rambut curling-nya…..(abis dari salon ne...??)

Pada saat acara ramah tamah dengan makan siang, beberapa undangan (termasuk Perip & warakawuri) memilih untuk tetap berdiri dekat Buffet Dessert & Buffet Buah-buahan, melintas lah si Ny.Kutilang dengan gaya berjalan ala di cat walk, tanpa basa basi menyapa atau manggut kepada para sesepuh yang berdiri , hanya melirik dengan ujung mata tanpa memalingkan kepalanya....uuuh sadis ne...!!!

"de'e sopo to jeng, wara wiri ae …???" (dia siapa sih, balik balik mulu) tanya salah seorang Warakawuri kepada ibu-ibu muda yang membagikan piring di meja perasmanan...

"ooo Niku bu Danyon Raider 000, enten nopo to bu ??" (o itu ibu Danyon raider 000, ada apa emang bu?) si Ibu muda balik betanya.

"ora popo.... gayane iku lo, koyo sing kuoso ae, ora nduwe totokromo.." (ga papa... gayanya itu lho, kaya paling kuasa aja, gak punya tatakrama) .... uuuuh tajem bo...!!!

Dari pembicaraan singkat diatas, menunjukan bahwa ada kekesalah dari sesepuh kita atas sikap yang dimiliki Ny. Kutilang (dan mungkin masih banyak lagi)

Kita-kita sebagai generasi muda penerus estafet organisasi, tentu sungkan juga dinilai "Ara Nduwe Totokromo",, terus harus diapain dong oknum Persit yang begitu...??? apa seharusnya diberikan wejangan khusus dan tegas bahwa dia tidak pantas bersikap demikian... gak cukup hanya itu kaleee..!!!

Kalo sudah parah begini, apa perlu Persit ini memiliki pendidikan khusus ala Kawah Chandra Dimuka,, supaya menghasilkan Persit-Persit yang patuh dan taat terhadap sumpah Persit dan Perintah harian Katua Umum… hehehehe.. emang ada perintah Harian Kartika 1..??? kagak ade mpo...!!!!
Seru kali ya kalo ada "Kawah Chandra Dimuka ala Persit…" aku mau deh ikutan....!!!!

Siapa yang punya Ibu Danyon or Pimpinan yang seperti itu…???
Jangan ragu sampaikan kepada kita-kita,, supaya kita bisa ingatkan bersama-sama, agar menjaga nilai-nilai moral etika budaya bangsa kita… Atau kita masukin ke "KAWAH" tadi rame-rame… hehehehe….mana ada yang berani cuy...!!!

Nah ini ada 5 Dasar Tips dari Teh Offi: (kaya Pancasila aja 5 Dasar) :

1. Dalam sebuah acara dan tidak salah bersikap, hormati seluruh orang yang tidak kita kenali, jangan sampai kita salah alamat, alias kualat, nyuruh senior manggilin supir anda,,, weeeesss kasus tuh, apalagi banyak pimpinan di TNI yang istrinya jauh lebih muda dibandingkan usia kita. Jangan mentang mentang dia terlihat lebih muda langsung nganggap dia pasti Junior dan dipanggil "Jeng" ….


2. Kenal atau tidak, hormati sesepuh disekitar kita dengan memberikan senyum, salam atau sapa (sun tangan cipika-cipiki ritual budaya timur), dan sedikit chit chat , jangan melenggang aja depan beliau. minimal manggut deh...

3. Dalam sebuah acara gabungan kepengurusan or acara gabungan dengan organisasi lain (Jala , Pia or Dharma Wanita) Jangan duduk di barisan paling depan sebelum TOP Leader hadir, duduklah di barisan ke 4 or 5kecuali sudah ada name tag di kursi. Malu-malu-in kalo udah duduk depan terus disuruh mundur,,, kecian deh….

4. Tersenyumlah pada semua orang, tapi hatimu jangan,,, (Ike Nurjanah kaleee…),, karena senyuman juga adalah sedekah… Senyum yang ramah, karena senyuman dapat memberikan kesan yang baik saat kita bertemu dengan orang-orang baru, kalo perlu tuker-tukeran no HP, foto bareng trus upload di FB…adict FB banget sih...

5. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia…. LOH KOK…??

:-)) sorry udah stuck nih cari-cari ide tips,,, kalo ada yang mau nambahin boleh banget…
Thanks ya udah mau mampir di Blog ini,,,
sekali kali ada yang kasih comment tajem, pedes, menusuk, berdarah darah , jungkir balik sekalian kek, biar seru,,, !!!! jangan hanya setuju, udah jenuh nih dengan pujian,,haha,,, siapa elo…. Kenalin gw A B C D E F G H = Aduh Boo Capee DEeeeh Flease Geto Lhoo… bahasana maksa deui yeuh…

Ok Girls,,That's all from me for now...!!! don't forget ti drop me some words in comment box. It’ll be nice if you leave some words to let me know who you are...

Wise Word for this Post :

"Change will not come if we wait for some other person or some other time. We are the ones we've been waiting for. We are the change that we seek." —Barack Obama

Yup, bener banget ini Pidatonya Barack Husein Obama pada saat Inagurasi November tahun lalu,, dan saya juga berusaha untuk balik bertanya dalam diri : Perubahan apa yang kira-kira akan saya lakukan dalam kehidupan pribadi saya,??? dan saya harus selalu menginspirasi diri untuk membuat hidup ini berubah menjadi lebih positive,, bagaimanapun juga kita adalah perubahan yang kita cari selama ini...

Untuk teman-teman yang selama ini merasa memiliki kekurangan dalam bersosialisasi or berbasa-basi (termasuk saya juga) gak ada ruginya mulai merubah ke"selfish"an dengan mulai menyapa teman-teman lama yang sudah tidak pernah disapa, "berubah menuju hal yang lebih positive..."





“OUT OFF OUR REACH….!!!”

on 24 February 2009

Berawal dari obrolan ringan dengan adik-adik Ketua Cabang Batalyon yang sharing tentang keberangkatan suaminya ke daerah operasi. Rata-rata dari mereka baru 2 – 3 kali ditinggal tugas. Banyak kisah lucu, simpati, haru, sedih terjadi selama suami jauh dari rengkuhan.

Permasalahan yang harus dihadapi datangnya tidak dari dalam keluarga sendiri, tapi juga permasalahan yang dihadapi istri-istri anggota dimana Ketua Cabang harus mampu menyelesaikannya dengan arif dan bijak, yang notabene usia Ketua dan anggota sama-sama masih muda, tapi Ketua dituntut untuk lebih dewasa…… (yuuuuhhuuuu Girls,,, siap siap untuk dikarbit ya.. dipaksa untuk mateng sebelum waktunya…)

Saya pribadi hanya 3 kali ditinggal tugas oprasi, Timor-Timur 2 kali (tahun 1991 selama 13 bulan , tahun 1995 selama 13 bulan), dan Aceh 1 kali (Thn 2003 selama 16 bulan), belum lagi sekolah ini itu yang memakan waktu lebih dari 3 bulan…

Teman dekat saya malah sampai 9 kali ditinggal Tugas Oprasi oleh suaminya, sementara umur pernikahannya baru 14 tahun, mana tugas oprasi tidak pernah di bawah satu tahun & tidak boleh dikunjungi, jadi kebersamaan sebagai keluarga utuh (Ayah Ibu Anak) bisa dihitung sebelah jari …. Wuiiiifff…!!! Pediiiih Jendral.. Kita sebagai Istri jadi “kaligata”..(Sunda: gatel gatel) apalagi tengah malem musim hujan, kumat deh tu “kaligata”, mana ga ada obatnya… kacau deh…!!!

Bisa dibayangkan….!!!!

Keluarga macam apa yang harus dijalani jika jarang tercipta kebersamaan,, sebagian orang bilang

“Yang penting kan kualitas pertemuan bukan kuantitasnya”

Wait…..!!! Bagaimana dengan perkembangan psikologi anak-anak tercinta..??? yang membutuhkan sosok Ayah…??? (Nina Heri Psikolog Persit kita, bisa lebih detil menjelaskan tentang hal itu)…

Terserah deh mana yang diyakini…. Padahal Kualitas tercipta dari kuantitas, bukan..???? Bukaaaan,,,!!! euh dasar cumi...

Perjuangan Istri dalam menjalankan roda rumah tangga, bersosialisasi di lingkungan masyarakat, membesarkan buah hati, memberikan pendidikan untuk masa depan anak, berfikir tentang kesejahteraan keluarga, kesehatan, semua itu terpaksa harus dijalani sendiri, bahkan ada yang terpaksa harus naik ke atap pake “taraje” (sunda= tangga) benerin genteng karena bocor saat hujan tiba… (maklum rumah dinas milik Negara dimana-mana kasusnya yaa “genteng bocor”)

Terasa sedih nyelekit kala tengah malam, saat si kecil sakit demam tinggi….dan merengek :

“Mamiiiiiii….. aku kangen Papiiiiiii…???”

“Aku pengen digendong Papiiiiii…???”

“Kapan Papi pulaaaang….???” Dengan suara memelas dan parau karena deman tinggi……..

Subhanalloh…. Hati menjerit dan tanpa terasa air mata meleleh, hanya kata :

“Sebentar lagi Papi pulang ya sayang…”

“Kapan mamiiii……???? dari kemaren sebentar terus….”

Hiks hiks…. Keluhan sikecil semacam itu kerap kali tercipta tatkala si Papi nun jauh dari rengkuhan di seberang lautan..

Dan biasanya seragam PDL si Papi sebagai solusi obat rindu..

“Papi juga pasti lagi kangen, bobo sama baju loreng Papi ya sayang…”

Secara sugesti , akhirnya si kecil bisa tidur nyenyak dengan memeluk baju loreng si Papi.., mungkin masih ada aroma keringet yang masih nempel di baju lorengnya,,,,, (haseum-haseum sedep lah…!!!)

Barangkali ini terkesan cengeng jika dibaca oleh sebagian pembaca yang sudah sering ditinggal tugas Suami, bahkan ada yang berujar sinis,,

“Itulah resiko jadi bini TNI…” atau

“Siapa suruh nikah sama TNI….” atau

“Dulu saat menghadap bagian PERSONALIA untuk mengurus syarat-syarat menikah dgn TNI, menyatakan “SIAP” mendampingi suami dimanapun ditugaskan dan “SIAP” ditinggal tugas suami kemanapun…….”

“Konsekwen dong dengan pilihan dan pernyataan yang sudah diucapkan…”

Uuuuh PERSIT juga manusia… ne !!! Punya hati punya rasa…

1. Pasukan yang baru tiba dari ACEH di Pelabuhan Belawan Medan

Kamoflase banget rasanya jika ada yang berkata :

“kegiatan kami selama ditinggal suami sangat padat kok, jadi waktu setahun tidak terasa tuh…..”

Hallo anybody home…. ???

masa sih ngga terasa…???? bukankah seminggu terasa sewindu..

Kalo setahun,, terasa berapa lama dwong…?? Fooorrreveeeerrrrr …!!!

Be realistic aja deh, ujian terberat itu adalah pada saat ditinggal suami lebih dari 1 tahun lamanya, tanpa bisa dikunjungi sama sekali…

2. Momenth Yang Paliiing Membahagiakan,,Kembalinya Pasukan dari Daerah Oprasi setelah pergi selama 1 tahun lebih ( 16 bulan)

Permasalahannya sekarang, sebandingkah Perjuangan yang kita lalui dengan manfaat yang kita peroleh ????

Ok …!! Let’s talk about What kind of Benefits we got here ??

Troops USA, France, England hanya 4 bulan, Troops India 6 bulan, Brimob aja cuma 6 bulan,,

Troops Indonesia…..?????? 1 tahun bahkan lebih bo….!!! belum lagi ditambah latihan persiapan awal dan administrasi kepulangan… (dijumlah jamleh jeding lah….)

As we know, sekembalinya pasukan dari tugas oprasi, mereka memiliki moril yang cukup tinggi karena membawa sejumlah uang yang lumayan besar… ;-))… (iyaaa, untuk para komandannya, tapi kalo staf and pasukan ga seberapa cuy…!!!) paling banter 10 s/d 15 jt selama 1 tahun lebih..

uang segitu bisa beli rumah ngga yaa.??? kan ga mungkin kita tinggal diasrama terus…

Don’t worry….!!!! sekarang ada perumahan untuk anggota TNI dengan cara angsur 15 tahun dan dengan harga miring,, hhmmm,,, tapi rumahnya ga miring-miring kan…??? :-D ,,

ngga lah, miring dikit aja kok….. lantainya… :P !!!

So…. apakah hanya sebesar itu pemerintah dan DPR RI (Penyelenggara Negara) menghargai PUTRA BANGSA yg bersedia mengorbankan Diri, Jiwa dan Raganya termasuk keluarganya ??? yang konon disebut pahlawan Negara..!!! so pathetic..!!!

Apa karena pekerjaan TNI itu dianggap non profit untuk Negara, tidak seperti BUMN ??

(Contoh : Paman saya yg kerja di PLN tunjangan pensiun dapet 210 jt,, Ayah saya yang TNI pangkat Kolonel dapet santunan pensiun cuma 20 juta, si Om yang Bintang Satu cuma dapet 35 jt….. tuing,, anjlok jauuuuh khaaan….)

Apakah penderitaan itu harus diwariskan dan berulang secara turun temurun mulai Adam Malik Letnan sampai Adam Yordan punya cucu….????

Yang biasanya berlaku belum tentu benar, tapi yang “Benar itu lah yang perlu dibiasakan”.

Kedepan sebaiknya ada pembenahan dan memperhatikan kesejahteraan untuk keluarga, Kesejahteraan Lahiriah dan Bathiniah…..

Makin kedepan seharusnya kondisi yang dialami oleh para Istri semakin membaik dong,,

Seperti :

1. Adanya extra ULP (Uang Lauk Pauk), selama ini cuma Rp 35.000 doang/hari,,,, gosipnya ULP bakal naik jadi 50rebo setelah Pilpres kelar.(we hope) kalo 100rb/hari kayanya wwooke banget tuh,, mimpiii kaleee….!!!!

2. Adanya jaminan asuransi yang cukup proporsional bila terjadi hal terburuk dalam penugasan terhadap suami tercinta, tidak hanya uang santunan yang besarnya + Rp.25jt,- NETT,,,, hare gene cukup untuk usaha apa uang segitu,,,,???? buka kios pinggir jalan cukup kali yaa…

Inti persoalannya bukan lamanya ditinggal pergi untuk tugas operasi, kita tidak bisa menuntut lebih untuk urusan ini, tapi penghargaan nyata berupa imbalan yang manusiawi dan layak. Karena konsep dasarnya tentara itu kan yang paling menderita, yang terdepan dalam mempertahankan keutuhan NKRI, sudah selayaknyalah diperhitungkan secara proporsional.

Misalnya pendapatan sedikit lebih diatas dari pada pendapatan pegawai Pemda, diberi fasilitas mobil untuk komendan di kecamatan sehingga bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dg Pa Camat & Kapolsek, bukan pakai motor merk Weeeeesssss,,, nyaris tak terdengar,

sementara Camat & Kapolsek bermobil… ((ups…. kenapa jadi mbandingin ya’..??))

So please deh Om “Bintang”,,, hendaknya hasil yang kita dapatkan “Reasonable” dong dengan Perjuangan suami-suami kita yang kerja rodi mempertahankan NKRI ini, yang HAK AZASI-nya sudah dirampas oleh Negara Setiap saat siap bertugas tdk boleh ada kata MENOLAK PERINTAH… at least separonya deh dari yang pergi Operasi UN (United Nation),…. Please ya,, ya ya.. please… please….!!!!! iiiiiiih résé banget sih si OFFI ini….,, ngarep om..!!!

Nah sekarang siapa lagi yang akan menyerukan “PERUBAHAN MENUJU BAIK” selain kita PERSIT yang bersuara (walaupun cuma bisik-bisik tetangga)???

Angota DEWAN YANG TERHORMAT di Senayan sono…??? Aaaaahh mereka ga bakalan deh mikirin urusan recehan seperti ini…

One thing for sure,,, “THIS ISSUE IS OUT OFF OUR REACH GIRLS….!!!!”

3. Pasukan Indobat yang siap berangkat ke Lebanon...

Kalo yang tugas operasi dibawah bendera UN (United Nation) sih ga usah bimbang dan ragu,,, balik ke Indonesia dijamin sudah Gemah Ripah Loh Jinawi, Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani,,, apa siiiiiiiih….!! Kaga nyambung jek..!!!

Maaf ya om,, sekarang saya ajakin belajar ngitung… (UMP)

Income pasukan yang bertugas untuk UNIFIL , UNIMOB, UNMIL, and UN UN yang lain US$1.028.00,-/bln mulai dari Ta s/d Kolonel (Gaji+LP dari Indonesia utuh) uuuuh lumayaaaan…!!!

Khusus untuk Dansatgasnya ada dana Kodal US$ 5.000.00,-/bln… dana itu tergantung si doi,,,, mau dimakan sendiri atau dimanfaatkan utk kemajuan satgasnya.... Kalo dimakan sendiri,,, Waaaaaaaaahh,, bisa Tajir Melintir si Doi…

Income Tugas MILOBS US$ 2000 s.d 4000/ bln tergantung Negara Tujuan. (Gaji+LP dari Indonesia utuh)….. Muantebbbb…!!! Kecuali Georgia hanya US$ 1.850.00,- (karena layanan internet dll sdh tersedia)

untuk di LIBERIA, si UNMOs dari TNI yang bertugas disana mendapatkan US$ 120.00,- per hari dan masa tugasnya adalah setahun lamanya ditambah lagi uang gaji pokok, US$ 3.000,- /bulan. … “hokcaaaay”…. (molohok bari ngacay) … a.k.a CUMIIIII (Cucah Mingkem) J J J

Income Tugas INA (Indonesia) hanya Rp 35 rb / hari…. + Rp 1.jt/bulan.. ow ow ow…!!!

Bandingkan dan hitung sendiri deh,, pokona hasil akhir nyengir meringis dah….. L !!!

Tertarik untuk bergabung dengan Misi yang ditawarkan UN…????

Negara tujuan Misi UN yang masih aktif recruiting UNMOs TNI adalah - Sudan, Darfur, Haiti, Ivory Coast, Georgia juga DR Congo..

Saran untuk adik2 yang suaminya berminat gabung dengan UN,, Permahir English dan Jaga Kesehatan Jasmani Rohani. dan satu hal yang lebih penting dari semuanya harus memiliki “Intelligence qualification ” kecuali INDOBAT

Walaupun saat penugasan di UN harus meninggalkan jabatan di Indonesia, toh saat kembali ke Tanah Air bakal dapet Job sesuai jenjangnya kok (no big deal lah….)

Nah sedikit bocoran dari teman yang sedang bertugas di Liberia… mending ikut jadi UNMOs ketimbang jadi anggota Pasukan Indobat (Karena Pertimbangan Kompensasi).

Masih ingat berapa Insentif yang diperoleh TNI selama tugas…??

Iya bener,,,,!!! hanya Rp 35 rb / hari…. = + Rp 1.jt/bulan..

Kira-kira diluar sana ada ngga ya, yang merasa prihatin dengan kondisi yang dihadapi suami-suami kita (TNI)…??

Jika Income memadai, maka kita bisa bayar uang muka dan kredit rumah mungil disebuah kompleks yang asri dan nyaman…. (Ooouuugghhh indahnya….)

Keluarga yang ditinggal bisa memiliki alat komunikasi yang lebih memadai,, sehingga kala rindu melanda bisa memandang si Ayah lewat web cam.

Saat si Ayah kembali bisa liburan dengan keluarga, ga usah jauh-jauh ke Singapore, Bangkok Hongkong, Shanghai atau negara2 yang jadi Favorite keluarga berada,,,, cukup liburan ke BOROBUDUR or DANAU TOBA or BALI yang terkenal dimata Dunia (masa orang Indonesia ga tau BALI).

“Sabar… nanti juga saatnya akan tiba…!!! “ Sering sekali saya mendengar kata-kata seperti itu kala bercerita tentang serba keterbatasan yang saya alami kala itu…

Kata-kata itu sedikit mengusik pikiran,, ada apa dengan “SAAT”nya akan tiba???

Saat suami menduduki jabatan yang basah… (kahujanan jibrug baseuh ….)

atau saat suami bisa memanfaatkan fasilitas negara alias korupsi…??? Hiiiiii ….Naudzubilah Himindaliq….!!!

Diantara pembaca mungkin ada yang bisa menjelaskan dengan jelas maksud kata “saatnya akan tiba” ?????

Dengan kondisi seperti ini, bisa dipastikan minat putra-putra bangsa untuk jadi TNI akan berkurang. Terbukti minimnya lulusan SMA TN (Taruna Nusantara) masuk AKMIL, AAU, AAL.

Anak-anak TNI sendiri lebih memilih untuk kuliah sesuai minatnya, kecuali anaknya Om Bintang yang masuk AKMIL untuk meneruskan generasi sang Ayah, yang ga pusing lagi mikirin garis belakang.

Malah ada anak TNI lebih memilih jadi Polisi ketimbang jadi Tentara,,,

hmmmmmm????,, “POLISI lebih menjanjikan kah…????” Sorry,, ogah ngebahas ini,, beda aliran ….

Bila masa itu TIBA… maka kehancuran bangsa akan tinggal tunggu waktunya, karena tidak akan ada lagi yang mau dengan rela membela NKRI ini. Semoga akan ada perubahan nyata yang bisa kami rasakan sebagai pendamping TNI… for better or worse …!!!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~`

2 bulan sudah saya tidak posting dikarenakan ada kesibukan lain yang benar-benar menyita konsentarsi, sehingga hoby menulis sedikit terabaikan.. (ssssst sebenernya sibuk Facebook sama Bunda Ati, Mba Riffi and Mba Bonita… ;-)

Semoga tulisan diatas bisa sedikit menghibur Teman-teman yang senang membaca dan sharing pengalaman.

Thank you so much to my friends Edwin-(Georgia) and Kang Luigi (Liberia), who are helping me to complete my newest “Lifeline” post and for sharing the information.


Akhir kata :

“Telan kepahitan hidup dan bersiap-siaplah dalam menyongsong hari baru. Setiap hari adalah hari baru. Bangunlah tiap pagi dengan hati yang curious akan apa yang akan Anda alami hari itu. Be excited, be courageous to start the day.”

~~~~~~~~ Love You All ~~~~~~~~

Persahabatan Yang mampu Menyembuhkan Luka...

on 23 November 2008

Ki -> Ka :Dewi Wahyu Hadi (PNG), Dina Erry Herman(Spanyol), Win Agus Jusni (Beograd), Offi Heri (Indonesia saja ya ),, Evy Nurcahyanto(UK), Lestari Daru (Thailand), Ninis Gamal Haryo P (Pakistan) dan Amy Afini Boer (Malaysia). minus satu orang Mrs. Saptono Aji (Laos)

Sedikit akan saya ulas kebersamaan kami kala itu. (Kebersamaan mengikuti Test Istri Calon ATHAN)

Perjuangan awal dimulai dari kesatuan kami masing-masing, ada 3 kandidat dari Dam VII/Wirabuana yang lolos seleksi tingkat KODAM,, seleksi dilanjutkan di tingkat SUAD, nah disinilah kami bertemu lagi dengan teman-teman Persit 87 yang sudah lama lost contact, ternyata dari penampilan jauh lebih bersahaja, lebih manis dan lebih trendi (bisa dibilang kemajuanlah….) dibandingkan dulu saat masih jadi bini kapten… hehehe termasuk saya si nyonya rumah.

Banyak kisah-kisah dan cerita dari teman-teman sore itu, ternyata perjuangan masih terus berlanjut walaupun sudah resmi mengikuti pendidikan Istri Athan, bahkan lebih menegangkan dibandingkan dengan saat-saat menunggu berita kelulusan, yaitu ketegangan penentuan Negara Akreditasi (Negara Penempatan). Pendidikan Istri ATHAN meliputi 3 unsur organisasi yaitu PERSIT, PIA dan JALA. Kesimpulannya PERSIT-lah yang selalu bersikap tenang, ayem, nrimo dan pasrah menerima dimanapun harus mendampingi Suami.

Seleksi di tingkat SUAD meliputi,

  1. Psycotest, meliputi :
    1. Pauli Test (suami menyebutnya hitungan kertas Koran) menghitung jumlah 2 angka berdekatan dari atas kebawah, ada 2.000 angka dalam satu halaman, halaman ke 2 dibalik juga sama 2.000 angka, Lamanya waktu dalam menjumlahkan angka-angka selama 60 menit. Yang terpenting dari test ini adalah kestabilan grafiknya, jangan terlalu naik turun, tujuannya untuk melihat daya tahan, ketekunan, dan ketelitian.
    2. 50 pertanyaan penyesuaian gambar balok-balok, bola, kubus etc lah…
    3. Menggambar pohon lengkap dengan akar, buah dan lembar demi lembar daunnya.
    4. Menggambar orang laki-laki atau perempuan dan aktifitas yang sedang dilakukan.
    5. Melengkapi 8 buah garis, lengkung, prisma menjadi gambar yang lengkap.
    6. EPPS, pilih di antara 2 pertanyaan yg mana paling mewakili diri sendiri.
    7. Membuat tulisan tentang apa yang akan kita lakukan jika lulus sebagai Istri ATHAN
  2. English, Listening Test di Laboratorium Bahasa di SUAD. (piece of cake lah,, hehehe… sompret soalnya persis waktu nganterin Mia test hearing di EF dan masuk kelas Trialblazer,, kok bisa mirip ya…!!!! )
  3. Kesehatan, test dilaksanakan di RSGS TNI-AD mulai dr mata,hidung, telinga, tenggorokan, darah, urine, gigi, jantung, paru-paru, lambung, payudara sampe papsmear kita jalani semua ( intinya kita kudu benar-benar SEHAT JASMANI)…
  4. Interview pengetahuan Umum, (ini moment yang meletihkan karena 1 peserta memakan waktu hingga 10 s/d 30 menit, sementara jumlah peserta lebih dari 50 orang. yang duluan di interview ya bisa cepat pulang, yang belakangan tetap bertahan sampe sore menunggu giliran.

Saat yang lumayan mendebarkan adalah saat test interview, hampir semua calon istri ATHAN memegang buku “PINTAR” versinya masing-masing, isinya kebanyakan tentang beberapa materi yang berhubungan dengan Organisasi-Organisasi pendukung peranan Istri ATHAN. (akan saya posting dengan judul “Materi Seleksi Bagi Calon Istri ATHAN”… soon…!!! )

Alhamdullilah semua tahapan bisa kami jalani dengan lancar dan dinyatakan lulus setelah menunggu kurang lebih 3 minggu..

Test selanjutnya dilaksanakan di MABES TNI Cilangkap dan SAT INDUK MABES TNI Cilendek BOGOR. Peserta test tahap ini sudah berkurang cukup banyak, Seleksi di tingkat ini lebih detail meliputi :

  1. Psikotes (sama dengan tets di SUAD)
  2. Wawancara Ideologi Negara (seputar politik Indonesia)
  3. Wawancara Psikologi. Team Pengujidari 3 angkatan (Psikolog dr AD,AL dan AU)

Selesai mengikuti tahap pertama test di MABES TNI, kami harap-harap cemas menunggu hasil pemgumuman TEST ATHAN karena dengar dari senior mantan ATHAN, hasil test tidak semata-mata dinilai secara akademis tapi juga “KEDEKATAN” , “TAK KENAL MAKA TAK SAYANG”, “ADA GULA ADA SEMUT” , “JAUH DIMATA JAUH DIHATI” ….halaahh banyak amat sih unsur ga “fair”-nya, eit jangan protes,, that’s the rule man…..!!!

Kecemasan yang saya alami tentu ada penyebabnya, dikarenakan saya tidak dekat dengan siapapun beliau-beliau sebagai pengambil keputusan… Wesss PASRAH dan TAWAKAL saja lah,, yang penting kita sudah berusaha semaximal mungkin dan berdoa sesering mungkin…

2 minggu kemudian , pagi-pagi sekitar jam 09.00 WIB, telfon fax berdering, kreeetteektektektek, tuiiiiittttt,,, kreteeektek tuiiiit,,,, kretektektek sreeeeeettt, (kalo bunyinya aneh gitu pasti deh fax masuk,, tau napa gitu bunyinya sapa sih yang nyiptain nada super sumbang gitu ?? ), …

Langsung saya dekati dan saya perhatikan kertas yang keluar perlahan dari mesin fax, sedikit demi sedikit logo TNI terlihat, kopstuk MABES TNI mulai terbaca, lanjut dengan nomor, tanggal, judul tengah yang tebal,,,,, Ya Alloh ini surat skep kelulusan Tahap Pertama,,, ALHAMDULLILAH, ada nama suami di urutan nomer 8,, dua kali saya baca ulang untuk memastikan bahwa yang tertulis cocok dengan nama suami dan kesatuan asal, jangan sampai salah orang, maklum nama HERI kan pasaran banget bow…..!!!!

Lega,,,,, bahagia langsung sujud syukur menghadap kiblat di ruang tengah,,, lanjut teriak, Ya ALLAH Ya Rohman Ya Rohim , Ya Mumiin, Ya Rozaak, Ya Kohaar, Ya Malik , Ya Muiz, Ya Rasyiid tanpa henti saya lafazkan beberapa Asmaul Husna yang saya hafal tanpa berurutan sebagai ungkapan SYUKUR, sambil loncat-loncat memeluk kertas fax,,,, kebetulan hanya ada keponakan (KENZO ATHORIK- 3 thn) dirumah saat itu, dia ikut senang dan ikut loncat-loncat tanpa tau persis apa yang membuat “UWA”-nya (bahasa sunda Aunty ) loncat-loncat, kami berdua berpelukan lanjut loncat-loncat lagi dengan Asmaul Husna yang lain lagi….. hahaha persis anak-anak dapet hadiah ulang tahun…

Tahap berikutnya adalah Seleksi terakhir, seleksi yang membutuhkan konsentrasi TOTAL (TOlong banTAL) karena test terakhir ini sering memeras tenaga dan fikiran dari pagi sampai sore, yang bisa bikin kita ngantuk karena malam hari harus membaca materi-materi tentang ekonomi, social, budaya, politik, hankam jeung sajabana….(bahasa sunda Dan Lain-Lain).

Test KESWA (Kesehatan Jiwa) ditempuh dengan menjawab 567 pertanyaan dalam waktu 1,5 jam. Pertanyaannya aneh dan lucu, kadang nyengir sendiri, (jiga nu gelo….!!!)

Wawancara in English (keder juga bo,, yang nanya Jendralnya 2, ibu mantan ATHAN, dan KOWAD dari MABES TNI yang bertugas menilai spelling kita in English…(temanya tentang “Computer Virus”) hehehehe,,, pas banget dengan hobiku sebagai netter beratzzzz…. Dan nilai dari ibu kowad adalah,,, “ EXCELLENT ”… hade euy uing…!!! (Bahasa sunda lagi nih, “hebat” lah intina mah, )

Semua pertanyaan dengan sukses saya jawab, Alhamdullilah tak satupun soal yang terlewatkan,, bahkan di akhir sesion Ibu mantan ATHAN sempat berkata,, ” Istri ATHAN seperti ini yang dibutuhkan, banyak tau tentang kejadian diluar Negara RI, memiliki patriotism yang kuat tapi tidak over, mampu berkomunikasi dengan baik dan tetap sederhana….” Hihihi GR banget deh gw…..

Keluar dari ruangan , ada rasa bahagia menyelimuti, Alhamdullilah YA ALLOH semua bisa hamba lewati dengan lancar, mulus dengan hasil yang memuaskan…

Selesai sudah semua tahapan seleksi untuk Calon ATHAN dan Istri, kami berkumpul di AULA MABES TNI di Cilangkap dan mendengarkan penjelasan-penjelasan dari panitia seleksi, menyampaikan bahwa pengumuman akan disampaikan ke kesatuannya masing-masing, jadi kami dipersilahkan untuk kembali ke daerah. (Makasar…. I’m coming home..” )

3 minggu berlalu sudah, pengumuman selalu diundurkan, diundur lagi minggu depan, mundur lagi senin depan, mundur lagi besok sore, besok pagi, tidak ada kepastian…. (aduuuh bapak pimpinan,, hoby amat siih bikin kita Persit dag dig dug der….)

Dan pagi itu kami sedang persiapan untuk melaksanakan Manasik di Jakarta. Tiba-tiba hand phone saya bergetar, dan saya lihat caller ID “Evy Nurcahyanto 87”

Saya jawab dan terdengar suara Evy yang lembut dari sebrang sana……..

“Hallo Assalamualaikum……” sebagai pembuka percakapan..

“Waalaikumsalam Offi ,,, ini gw Evy,,,,, Mas Heri sudah ditelfon MABES belum…??? “………

“Hai Vy…… kayanya belum tuh, ada info terbaru kah ?? ”

“iya Fie…. Pengumuman Test ATHAN diumumkan lewat telfon , ga jadi di fax ke kesatuan masing-masing” lanjut Evy…

“ooooo gitu ya….” Jawab saya singkat karena ingin mendengar banyak dari Evy.

“Mas Nur sudah ditelfon dan Alhamdullilah lulus Fie……Tunggu aja , bentar lagi juga Mas Heri ditelfon….,, sorry Fie,, gw ga bisa lama-lama ini lagi ada tamu,”

“o o o ok say, aku infokan ke Mas Heri”

“Kalo sudah ditelfon MABES , kabari aku ya Fie”

“Sure…..!!!”

“Daah Offie….”

“Bye Vy……” Klek, telfon ditutup

Telfon singkat dari Evy membuat degup jantung meningkat, sambil bertanya dalam hati, kok pengumuman setingkat ATHAN hanya lewat telfon sih..????? hhhmmmmm….. ” I smell something not right here…..!!!!!”

Siang belum juga ada telfon, menjelang sore juga belum ada telfon sampai malampun tak kunjung ada telfon yang kami nantikan… handphone saya, handphone suami dan telfon rumah, dijejerin sambil dipantengin terus kali-kali aja telfon dari MABES nyambung ke salah satu telfon itu, persis kaya orang lagi semedi dengan titik focus pandang telfon berjejer tadi….. hehehe…

Seusai Adzan magrib kami shalat berjamaah, setelah usai suami lanjut keluar dari kamar dan langsung mantengin Metro TV,,, (his habit).

Jam 20.30 dikamar saya duduk dihamparan sajadah sejak shalat magrib, tasbih melingkar dalam genggaman dan Al’Quran tepat didepan (Surat Al-Kahfi 110 ayat usai saya baca),,,, dengan linangan air mata tak henti doa-doa saya panjatkan hanya kepada ALLOH SWT, memohon diberikan petunjuk dan memohon kelulusan untuk suami…..

Terdengar suara pintu kamar terbuka, Mas Heri menutup Al’Quran yg selesai dibaca, duduk persis didepan dan menggenggam telapak tangan saya….

“Cin,,,, sabar ya, belum rezeki kita untuk jadi ATHAN” dengan suara agak parau.

“Maksudnya….” Sambil menahan nafas saya sedikit bingung.

“Barusan ada telfon dr Kolonel……, beliau bilang : “Her….kamu sebenernya LULUS tapi nggak LOLOS” …. meaning ga berhasil…, Ikhlaskan saja ya Cin, mungkin ini yang terbaik untuk kita….” Jelas suami berusaha menenangkan saya karena mulai terisak-isak…

“Subhanalloh… Allohuakbar… Ya Alloh inikah jawaban semua doa-doa hamba…..”

Isakan berubah menjadi tangisan, suami berusaha mendekap…

“Sabar ya Cin… kekecewaan dan kesedihan ini Mas rasakan juga, tapi itulah keputusan Pimpinan, kita harus loyal dan respect terhadap semua keputusan pimpinan, sebagai bawahan kita wajib melaksanakan keputusan pimpinan….”

“hweeeee…………. “ tangis saya makin menjadi-jadi, karena suami berulang kali menyebut-nyebut keputusan pimpinan, pimpinan juga manusia yang punya salah, kelalaian dan dosa. Coba kalo bilang “Ini semua keputusan Allah…” mungkin tangisan berubah menjadi senyuman getiiiirrrr….. Biterhartmen (Bibir Tersenyum Hati Menjerit).

Sebagai wanita apalagi yang akan dilakukan selain “MEWEK” dikala mendengar berita yang menyedihkan,,, saya rasa manusiawi lah menagis karena menghadapi kegagalan menggapai keinginan,,, cuma,,,, manusia yang ini manusia yang sensitive….,, épés méér (cengeng)………

Akhir cerita mata saya bengep dan sembab lebih dari seminggu, mewek mulu sih, karena setiap mendengar kata-kata ATHAN….. wuiifff darah ini rasanya ngumpul di kepala, yang bikin kepala jadi cekot cekot,, senut-senut….intinya my body is not delicious, my body enter the wind hehehe.. (bahasanya Tukul Katrok , maksudnya ga enak badan n masuk angin geeetoo…)

6 BULAN KEMUDIAN……

Rutinitas sore kali ini sangat berbeda dari biasanya,,,

Teh hangat bisa saya nikmati bersama dengan teman2 PERSIT se-perjuangan masa Test ATHAN,, dan ada pendamping teh hangat , pisang tanduk goreng keju khas BOGOR, Asinan BOGOR dan Soto Bandung ala “OFFI”, dijamin pasti nambah ketagihan hehehe,,,,

Bahagia rasanya melihat teman-teman dengan lahapnya menyantap hidangan yang saya sajikan, terlihat jelas kelelahan di wajah mereka karena baru selesai mengikuti pelajaran dari ibu Pusparani Cheppy Hakim (mantan Ketua Umum Pia Ardhya Garini) tentang “KONSEP DIRI PROTOKULER INTERNATIONAL DALAM MENERIMA TAMU”,

Evy Nurcahyanto (UK), Win Agus Jusni (Beograd) dan Tari Daru (Thailand) banyak bercerita tentang ilmu yang baru mereka dapatkan, (thanks for share with me girls….)

Walau rasa lelah karena telah mengikuti kelas hingga sore hari, saya bisa menangkap kebahagiaan yang mereka rasakan karena memang terpancar dari senyuman manis mereka… Kebahagiaan untuk mendampingi suami bertugas sebagai ATHAN. Remember Girls,, disana kita tidak hanya membawa nama baik suami dan organisasi, tapi juga nama Bangsa, jadilah pelayan yang baik ya, apalagi saat ada kunjungan pimpina TNI beserta para ibu-ibu pimpinan, baik resmi bahkan seringnya tidak resmi siih,,, hehehe…. harus piawai menjamu, meloby dan mengakomodir semua keperluan para tamu yang kebanyakan ibu pejabat… God Luck Girls,, kalo butuh bantuan Offie selalu siap membantu…. hehehe bantu doa saja ya…!!

Alhamdullilah,, BARAKALLOH,,, saya sangat bersyukur karena mereka masih mau berbagi ilmu dengan saya walau suami tidak berhasil mengikuti Pendidikan ATHAN 2008 kali ini. Next time we hope..!!! hehehe.. not in a million years kaleee,, dah ketuaan cuuuy….

Alhamdullilah luka-luka lama yang menggores di hati, terobati sudah dengan kehadiran semua sahabat-sahabat yang sungguh mulia hatinya, dan menghiburku dengan memberikan semangat penuh keyakinan bahwa “Seseorang yang sukses belum tentu bahagia,, namun seseorang yang bahagia, disitulah kesuksesan mendampingi beriringan”.

Terakhir Evy berkata… :“Sabar aja Fie.. Kegagalan adalah Keberhasilan yang tertunda….” Ooooohhh so sweet dikau Evy,, as sweet as your smile….. Sumpeh sahabat-sahabat ku ini ibarat NEURALGAD (Obat khusus tentara dosis super tinggi) yang mampu ngilangin cekot-cekot dan senut-senut yang sering mampir di kepala seketika……!!! My Friends just like OSKADON PANCEN OYE….!!!hehehehe…..

Dewi Wahyu Hadi (PNG), Dina Erry Herman(Spanyol), Win Agus Jusni (Beograd), Evy Nurcahyanto(UK), Lestari Daru (Thailand), Ninis Gamal Haryo P (Pakistan) dan Amy Afini Boer (Malaysia),,,, BRAVO Persit 87….!!!

It’s such an honor for me to have tea time with you all,,, may ALLOH bless you all and keep you …

Thanks for being my friends, and thanks a lot for being the cure for my heart , after all this suffered…